6 Penyebab Telapak Tangan Berkeringat, Salah Satunya Diabetes

Ilustrasi Tangan Berkeringat. (Dok, Freepik)

Telapak tangan berkeringat merupakan hal yang normal. Terlebih setelah melakukan aktivitas berat, berada di lingkungan yang panas, dan cemas.

Namun, Anda harus waspada ketika telapak tangan sering berkeringat. Apalagi jika sedang tidak melakukan aktivitas.

Dilansir dari Mayo Clinic, kondisi itu bisa disebut sebagai hiperhidrosis. Secara general, hiperhidrosis terbagi menjadi dua jenis, yakni hiperhidrosis primer dan sekunder.

Hiperhidrosis primer umumnya disebabkan oleh sinyal saraf yang rusak sehingga bisa memicu kelenjar keringat ekrin jadi sangat aktif. Sementara itu, hiperhidrosis sekunder biasanya dipicu oleh kondisi medis yang mendasarinya.

Apa saja? Berikut enam penyebab telapak tangan berkeringat, dilansir dari Healthline.

Diabetes

Penyakit diabetes dikenal dapat mengganggu sistem hormonal tubuh, termasuk memicu hiperhidrosis. Alasan paling umum terjadinya keringat berlebih pada penderita diabetes adalah kadar gula darah rendah akibat efek samping pengobatan dan kerusakan sistem saraf.

Gula darah yang sangat rendah biasanya di bawah 70 mg/dl. Sehingga memicu pelepasan hormon yang meningkatkan keringat.

Menopause

Menopause adalah berakhirnya siklus menstruasi secara alami. Seiring bertambahnya usia, indung telur akan semakin sedikit dalam memproduksi hormon kewanitaan.

Hot flashes menjadi salah satu gejala menopause. Kondisi ini ditandai dengan sensasi panas atau gerah yang membuat tubuh mengeluarkan keringat berlebih. Dalam beberapa kasus, kondisi ini juga disertai dengan kulit yang kemerahan.

Gangguan Tiroid

Bila kadar hormon tiroid mengalami gangguan fungsi, beberapa kondisi bisa terjadi pada tubuh. Seperti kelelahan, peningkatan berat badan, hingga hipertiroidisme yang membuat tubuh merasa gerah sehingga menyebabkan peningkatan produksi keringat.

Penyakit Jantung

Ketika jantung mengalami masalah, kemampuan jantung untuk menyuplai darah ke seluruh tubuh pun akan terganggu. Akibatnya, tubuh akan melakukan adaptasi dengan membuat jantung memompa darah lebih kuat sehingga mengaktifkan sistem saraf yang memicu keringat berlebih.

Masalah Sistem Saraf

Bila sistem saraf terganggu, fungsinya akan tidak stabil dan bisa memicu hiperhidrosis, seperti di telapak tangan, kaki, atau seluruh tubuh. Hal itu terjadi karena masalah sistem saraf dapat mengganggu fungsi organ tubuh, termasuk kelenjar keringat.

Infeksi

Infeksi virus atau bakteri di dalam tubuh juga bisa memicu keringat berlebih. Umumnya, gejala awal infeksi ditandai dengan peningkatan suhu tubuh.

Saat itu, sistem kekebalan tubuh menjadi aktif untuk melawan virus atau bakteri penyebab infeksi. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang merasakan suhu yang panas sehingga tubuh akan beradaptasi dengan membuang panas melalui keringat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*