Cegah Komplikasi, Ini Pentingnya Skrining Penyakit Jantung…

Ilustrasi sakit jantung akibat tersumbat pembuluh darah. (Istockphoto/wildpixel)

Prevalensi penyakit jantung dan pembuluh darah di Indonesia terus meningkat. Tingginya prevalensi penyakit jantung di Indonesia disebabkan oleh perubahan gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan pola makan yang tidak seimbang.

Tidak hanya itu, faktor umur, risiko penyakit jantung dilihat dari kadar kolesterol, diabetes melitus, berat badan, dan hipertensi juga menjadi penyebab sakit jantung.

Dr. Sri Diniharini, Konsultan Ekokardiologis Jantung dan Pembuluh Darah di Heartology Cardiovascular Hospital mengatakan bahwa mendeteksi kemungkinan adanya gangguan pada jantung bisa dilakukan pada usia 0 hingga usia lanjut. Deteksi dini atau skrining sangat penting dikerjakan.

Namun, sayangnya belum begitu banyak masyarakat yang melek akan pentingnya skrining initerebut

“Skrining jantung termasuk cara deteksi dini faktor-faktor risiko jantung yang cukup efektif agar seseorang bisa mendapatkan penanganan dan perawatan medis yang cepat dan tepat sesuai kondisi kesehatan jantung,” kata dr. Sri dalam acara seminar online ‘Pentingnya Diagnosa Dini dan Prosedur Penanganan Jantung yang Tepat untuk Menciptakan Masyarakat Sehat’, Rabu (15/3/2023).

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa skrining yang tepat dan cepat, bisa dilakukan dan meminimalisir terjadinya masalah kesehatan jantung. Skrining jantung sangat disarankan untuk dilakukan secara berkala sejak usia muda.

Ragam jenis skrining jantung untuk memantau kesehatan jantung seperti Elektrokardiografi, Ekokardiografi, CT Angiogram, Angiografi Kateter Koroner dan Uji Tegangan Nuklir.

Skrining jantung rutin adalah bagian penting dari perawatan kesehatan preventif untuk orang dewasa. Mulai sekitar usia 20 tahun atau dalam beberapa kasus lebih awal, dokter kemungkinan akan menyarankan pemeriksaan ini secara teratur.

“Jika nanti hasil pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda penyakit jantung atau risiko tinggi terkena penyakit jantung, dokter mungkin melakukan tes tambahan. Riwayat keluarga dapat menentukan kapan tes harus dimulai dan seberapa sering harus dilakukan,” paparnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*