Gagal Lanjut Pesta, IHSG Dibuka di Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, Kamis (27/4/23) dibuka melemah 0,16% menjadi 6.899,19.

Pada pukul 09.03, IHSG masih melemah 0,41% ke level 6.881,55. Perdagangan menunjukkan terdapat 159 saham melemah, 145 saham naik sementara 228 lainnya mendatar.

Perdagangan juga mencatatkan sebanyak 1,5 miliar saham terlibat dengan nilai perdagangan baru mencapai Rp 909 juta.

Pergerakan pasar saham Indonesia hari ini dipengaruhi oleh sejumlah sentimen, baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, sayangnya, sentimen yang berasal dari luar negeri lebih banyak bernuansa negatif.

Mayoritas bursa Wall Street masih berada di zona merah, meskipun indeks Nasdaq sudah menghijau. Hijaunya Nasdaq, yang menjadi tempat bernaung perusahaan teknologi, diharapkan dapat membawa angin segar bagi perusahaan teknologi Tanah Air. Namun, analis AS masih pesimis terhadap kinerja perusahaan teknologi, meskipun raksasa teknologi seperti Microsoft dan Meta masih membukukan pendapatan yang di atas ekspektasi.

Selain itu, pergerakan indeks Dow Jones dan S&P juga dapat membuat pasar keuangan Indonesia muram hari ini, karena pasar kini melihat ekonomi AS akan melandai. AS pada Rabu malam (26/4/2023) merilis data pemesanan barang modal untuk Maret, di mana pemesanan dari perusahaan AS – di luar industri pesawat dan militer – terkontraksi 0,4% (mtm), lebih buruk dari ekspektasi pasar yang memperkirakan koreksi 0,1%.

AS juga akan mengumumkan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2023 malam nanti pukul 19:30 WIB. Sejumlah polling menunjukkan ekonomi Negara Paman Sam akan melandai atau bahkan terkontraksi pada Januari-Maret 2023, meskipun ekonomi AS tumbuh cukup tinggi 2,9% (year on year/yoy) pada kuartal IV-2022.

Sementara itu, dari dalam negeri, sentimen penting akan datang dari laporan keuangan perbankan serta peredaran uang. Dua bank besar Tanah Air hari ini akan mengumumkan laporan keuangan kuartal I-2023 yakni PT Bank Central Asia (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Perbankan Indonesia mencatatkan kinerja luar biasa pada 2022, di mana laba bersih BCA melonjak 29,6% menjadi Rp 40,7 triliun dan BRI mencatatkan lonjakan laba sebesar 67,15% menjadi Rp 51,4 triliun.

Namun, sentimen positif tersebut mungkin dapat diredam oleh data uang beredar pada Maret 2023 yang akan dirilis oleh Bank Indonesia hari ini. Data uang beredar pada Februari hanya tumbuh 7,9% (yoy), melandai dari 8,2% pada Januari 2023. Jika pertumbuhan uang beredar melandai pada Maret, kondisi ini harus menjadi warning bagi pertumbuhan konsumsi, padahal konsumsi masyarakat merupakan salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Selain itu, harga batu bara yang kembali menguat 1,69% ke level US$ 190 kemarin juga dapat membawa sentimen positif bagi pasar saham Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*