Heboh ‘Dunia Hilang’ Ditemukan di RI, Terungkap Lokasinya

Dalam foto yang diambil 14 September 2009 ini, para pekerja bekerja di lokasi penggalian gua Liang Bua tempat ditemukannya sisa-sisa Homo floresiensis di Ruteng, pulau Flores, Indonesia. (AP/Achmad Ibrahim)

Para peneliti berhasil menemukan ‘Dunia Hilang’. Uniknya ini ditemukan di Indonesia, tepatnya di wilayah Sumba.

Lokasi ini terungkap melalui laporan berjudul Proceedings of the Royal Society B. Tim dari Zoological Society of London (ZSL) melakukan ekspedisi meneliti hewan punah dari 2011 hingga 2014.

“Penemuan di area ini bisa membuka wawasan yang menakjubkan soal dunia yang hilang. Ada banyak hewan yang berevolusi di kepulauan Wallacea yang terisolasi namun kemudian punah seiring munculnya peradaban manusia modern,” kata Samuel Turvey, anggota peneliti di ZSL, seperti dikutip Mongabay.

Sumba diketahui sebagai tempat bagi sejumlah hewan yang sebagian besarnya telah punah. Mulai dari gajah mini, tikus dan kadal raksasa, hingga spesies komodo.

Laporan yang sama menyebutkan Sumba menjadi tempat bagi beragam spesies sekitar 12 ribu tahun lalu. Termasuk juga perkiraan hewan-hewan langka awalnya hidup di Sumba, salah satu contohnya adalah fosil komodo yang diketahui hidup di Pulau Komodo.

Para peneliti mengoleksi fosil dari Sumba yang sebagian bagian dari wilayah yang diberi nama Wallacea. Sebutan itu berasal dari ahli biologi bernama Alfred Russel Wallace yang pertama kali memberikan batasan wilayah berdasarkan penyebaran spesies hewan di Indonesia pada abad ke-19.

Bukan hanya Sumba, Wallacea juga termasuk Sulawesi, Lombok, Flores, Halmahera, Buru dan Seram. Wilayah ini sempat populer tahun 2004 setelah sekelompok arkeolog menemukan fosil makhluk punah bernama hobbit atau Homo Floresiensis di bagian utara Sumba.

Riset mengenai Sumba sebenarnya masih jarang dilakukan. Termasuk soal survei fosil dan kehidupan liar di wilayah tersebut.

“Mungkin karena terlalu banyak pulau di Indonesia untuk dipelajari. Masih jarang biologis atau paleontologis yang fokus pada wilayah beragam di Indonesia,” terang Turvey.

Penelitian lanjutan di masa depan diharapkan bisa terus dilakukan. Harapannya bisa mendapatkan informasi lagi soal evolusi spesies di Sumba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*