Hore! Orang RI ke Negeri Kpop Bakal Bisa Jajan Pakai Rupiah

A man walks past fallen leaves on a late autumn day in Seoul, South Korea, November 7, 2018. REUTERS/Kim Hong-Ji

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan sebentar lagi atau bulan depan, otoritas moneter Indonesia dengan Korea Selatan akan melakukan kerjasama untuk melakukan transaksi menggunakan mata uang lokal, baik itu local currency settlement (LCS) ataupun local currency settlement (LCT)

Transaksi menggunakan https://totokas138.xyz/ mata uang lokal tersebut, termasuk pembayaran lintas negara atau cross border payment.

“Sebentar lagi, awal bulan Mei (2023), kami akan kerja sama dengan Korea untuk penggunaan local currency,” jelas Perry dalam konferensi pers,┬ádikutip Kamis (27/4/2023).

Bank Indonesia menggagas kerja sama LCS dan LCT, kata Perry sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, dengan mengurangi ketergantungan terhadap transaksi penggunaan dolar AS. Langkah ini juga kerap disebut sebagai dedolarisasi atau diversifikasi mata uang.

“Indonesia kan sudah mulai menggagas diversifikasi penggunaan mata uang, yaitu dalam bentuk LCT itu adalah yang kita sebut diversifikasi,” ujarnya.

“Nah ini kata dasarnya dedolarisasi, artinya menggunakan mata uang selain dolar kan,” ujarnya lagi. Bahkan negara-negara anggota ASEAN lanjut dia sudah menyepakati untuk melakukan kerjasama pembayaran lintas batas atau cross border payment.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menjelaskan, transaksi menggunakan mata uang lokal dalam instrumen local currency transaction (LCT), hingga Februari 2023, transaksinya telah mencapai US$ 957 juta.

Nilai transaksi LCT hingga Februari 2023 tersebut, kata Destry telah meningkat dua kali lipat dibandingkan dengan realisasi transaksi LCT pada 2022 yang sebesar US$ 350 juta.

Selain itu, jumlah pelaku LCT juga meningkat bila dibandingkan tahun lalu. Pada 2022, BI mencatat jumlah pelaku LCT mencapai 1.740, jumlahnya naik menjadi 2.014 pelaku saat ini.

Seperti diketahui, saat ini Indonesia telah menjalin kerja sama LCT dengan empat negara, yakni Thailand, Malaysia, Jepang, dan China.

“Khusus China, tren transaksi agak melambat karena kenaikan jumlah kasus Covid-19. Sementara tiga negara lainnya menunjukkan tren transaksi yang menguat, khususnya Jepang,” jelas Destry.

Destry pun mengkonfirmasi, BI juga akan berencana memperluas jangkauan kerja sama LCT dengan negara lainnya, termasuk Korea Selatan.

“Jadi, kalau kita bisa menambah lagi Korea. Lalu (transaksi dengan) China bisa membaik tahun ini. Tentunya LCT ini sangat membantu untuk mendiversifikasi perdagangan dan mata uang kita,” kata Destry lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*