Karyawan Pabrik iPhone 14 Menderita, Putuskan Kabur

ZHENGZHOU, CHINA - OCTOBER 30: Foxconn employees wait to take shuttle buses to head home on October 30, 2022 in Zhengzhou, Henan Province of China. Shuttle buses have been arranged by local authorities to facilitate the return trips of Foxconn factory workers to their hometowns after COVID-19 infections were reported in the city Zhengzhou. (VCG/VCG via Getty Images)

Pabrik perakit iPhone 14 di China, Foxconn sedang dilanda banyak masalah. Pabrikan harus menghadapi pertempuran dengan infeksi Covid-19 dan memberlakukan bubble, namun di sisi lain banyak pegawainya yang memutuskan kabur.

Lockdown di pabrik itu dilakukan sejak hari Rabu lalu. Namun ternyata tersiar kabar karyawan yang melarikan diri dengan berjalan kaki dan kurangnya perawatan di pabrikan tersebut, dikutip dari AFP, Jumat (4/11/2022).

Beberapa pekerja menceritakan kekacauan dan masalah organisasi yang meningkat di kawasan pabrikan di kota Zhengzhou. Zhang, salah satu pegawai, menyatakan tes Covid-19 positif dan garis ganda pada tes antigen merupakan pemandangan biasa. “Tentu kami takut, itu sangat dekat dengan kami,” ucapnya.

Namun ternyata masalah tak sampai di sana, karena mereka yang sakit belum tentu mendapatkan perawatan. “Orang dengan demam tidak dijamin mendapatkan obat,” ujar pekerja pabrik lainnya.

Zhang mengatakan mereka yang memutuskan berhenti bekerja tidak ditawari makanan di asrama. Beberapa pegawai bertahan hidup dengan persediaan mi instan pribadi. Kepada Sanlian Lifeweek, pekerja lainnya bernama Kai mengatakan dia dibiarkan menggunakan perangkat sendiri saat masuk ke dalam karantina.

Pada akhir Oktober, sebuah video yang digeolokasi oleh AFP menunjukkan tumpukan sampah yang tidak terkumpul di luar gedung. Sementara karyawan bermasker N95 terlihat masuk bus antar jemput yang penuh dan membawa mereka ke asram menuju tempat kerja.

Seorang pekerja wanita berusia 27 tahun menyebutkan teman sekamarnya dikirim kembali ke asrama setelah dinyatakan positif Covid-19. “Sekarang kami bertiga tinggal dalam ruangan sama, satu kasus dikonfirmasi dan dua dari kami positif berdasarkan rapid tes, masih menunggu hasil uji tes asam nukleat kami,” kata dia.

Untuk menyiasati pembatasan Covid-19 China dalam transportasi, para pegawai yang putus asa memutuskan berjalan kaki ke kampung halamannya. Namun pihak berwenang melakukan pengendalian setelah video orang-orang membawa koper ke jalan raya dan berjuang menaiki bukit menyebar di media sosial China.

Pemerintah kota Zhengzhou menyatakan telah menyiapkan bus khusus membawa mereka kembali ke kota asal. Namun saat para pegawai sudah siap untuk pulang, mereka ditahan oleh orang yang mengklaim dikirim oleh pemerintah kota.

“Mereka mencoba membujuk orang untuk tinggal di Zhengzhou dan tidak pulang,” kata Zhang. “Namun kami meminta melihat identitas mereka, mereka tidak bisa menunjukkan apapun kepada kami, jadi kami curiga mereka benar-benar dari Foxconn”.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*