KONDISI Kritis 12 Kecamatan di Grobogan Akibat Banjir, 33 Desa Terendam Diperparah 4 Tanggul Jebol

Banjir menerjang Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah

Sebanyak 33 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terendam banjir sejak Senin malam.

Rincian 12 kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Godong, Penawangan, Tawangharjo, Purwodadi, Toroh, Karangrayung, Geyer, Kedungjati, Tegowanu, Tanggungharjo, dan Gubug, dan Grobogan.

Banjir dipicu oleh intensitas curah hujan tinggi disertai air kiriman dari hulu yang mengakibatkan Sungai Lusi, Sungai Serang, dan Sungai Tuntang tidak mampu menampung debit air hingga meluap sampai pemukiman warga.

Sejumlah tanggul sungai di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, dilaporkan jebol sehingga memperparah banjir.

Berdasarkan data BPBD Grobogan tercatat ada empat tanggul jebol yang kondisinya kritis.

“Tanggul yang jebol banyak, tetapi yang parah ada di empat titik. Yaitu Sungai Cabean di Tajemsari, Kecamatan Tegowanu, kemudian di Kemiri, di dekat Jembatan Tuntang Gubug, dan di Bendung Glapan,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan, Masrichan, Selasa (6/2/2024).

Akibat jebolnya tanggul Sungai Tuntang, tujuh rumah di Desa Kemiri, Kecamatan Gubug dilaporkan hanyut.

Ketujuh rumah yang hanyut milik Waginem, Suyoto, Nur, Bejo, Yudi, Muhadi, Paryoto, Kasmirah dan Sri Samin

. Hal itu diungkap Kades Kemiri Sukirman.

“Sementara terdata ada tujuh rumah warga yang hanyut terbawa aliran air yang deras. Air masuk ke kampung pada pukul 05.55. Ketinggian air mencapai 1,90 meter,” kata Sukirman.

Sementara itu, sambung Sukirman, akibat limpasan banjir, tercatat dua rumah rusak berat dan tiga rumah rusak ringan. Dia pun memastikan semua warga sudah dievakuasi.

“Tidak ada korban jiwa,” kata Sukirman.

Menurut Sukirman, sebelumnya, warga sudah berusaha mengatasi tanggul yang jebol dengan cara gotong royong pada Senin (5/2/2024) malam.

“Karena tidak bisa diatasi, pada pukul 05.55 pagi tadi, jebol dan air langsung masuk ke kampung dengan aliran yang sangat deras,” ungkap Sukirman.

Saat ini perangkat desa Kemiri berusaha mendata korban yang terdampak banjir. Dia pun berharap banjir bisa segera surut.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Tejo Suwono mengatakan, saat ini jalur Bundaran Gubug belum dapat dilalui.

Hal ini karena dampak jebolnya Sungai Tuntang yang membuat air sangat deras mengalir ke badan jalan.

Sejumlah personel telah bersiaga di jalur perbatasan seperti di Tegowanu, Gubug dan pertigaan Godong untuk mengatur arus lalu lintas.

“Kita sampaikan kepada masyarakat yang hendak menuju Semarang atau Purwodadi agar bisa menggunakan jalur alternatif yakni melewati Kabupaten Demak,” kata Tejo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*