NATO Ajak Anggotanya ‘Sahkan’ Rusia sebagai Negara Teroris

FILE - Flags of NATO member countries flap in the wind outside NATO headquarters in Brussels, Feb. 22, 2022. As Western leaders congratulate themselves for their speedy and severe responses to Russia’s invasion of Ukraine, they’re also scratching their heads with uncertainty about what their actions will accomplish.  (AP Photo/Olivier Matthys, File)

Majelis Parlemen Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) meminta negara-negara anggota untuk melabeli Rusia sebagai negara teroris, serta mengklaim Moskow sebagai ancaman langsung terhadap keamanan Eropa-Atlantik.

Tidak hanya itu, majelis itu juga menuntut lebih banyak dukungan militer ke Ukraina dan diakhirinya pembatasan pada penyebaran pasukan NATO ke depan. Deklarasi tidak mengikat itu disahkan oleh NATO pada Senin (21/11/2022).

“Meminta mereka untuk menyatakan dengan jelas bahwa negara Rusia di bawah rezim saat ini adalah negara teroris, dan untuk meningkatkan dukungan militer, intelijen, keuangan, pelatihan dan kemanusiaan ke Ukraina, termasuk dengan mempercepat pengiriman senjata,” kata badan tersebut, mengutip Russia Today, Selasa (22/11/2022).

“Blok NATO harus mempertahankan dukungan ini selama Ukraina menang… Juga meminta agar setiap pembatasan yang ada pada pengerahan maju pasukan Barat di sepanjang perbatasan Rusia dinyatakan batal dan tidak berlaku,” tambah resolusi itu.

Sebagaimana diketahui, sebagai anggota NATO, Amerika Serikat (AS) telah mengesahkan hampir US$ 20 miliar bentuk bantuan mematikan ke Ukraina sejak Presiden Joe Biden menjabat pada tahun 2021. Sebagian besar bantuan disetujui setelah serangan Rusia pada Februari.

Selain menyatakan Rusia sebagai negara teroris dan tindakan simbolis lainnya, Majelis Parlemen mengatakan negara-negara NATO harus bekerja untuk menciptakan pengadilan internasional untuk mengadili pejabat Rusia atas dugaan kejahatan perang.

Meski begitu, resolusi itu tidak dapat ditegakkan di antara anggota NATO dan berfungsi hanya untuk memberi nasihat kepada aliansi tentang masalah-masalah mendesak.

Deklarasi Majelis Parlemen NATO itu datang setelah resolusi serupa diadopsi oleh Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) bulan lalu. Rusia meninggalkan LSM Eropa pada Maret, menyebutnya sebagai platform yang nyaman untuk informasi dan kampanye politik NATO.

Sementara itu, Kyiv telah berulang kali mendesak kolektif Barat untuk menyatakan Rusia sebagai “negara sponsor teror” tetapi hanya segelintir negara, termasuk Estonia, Lituania, dan Republik Ceko, yang mengindahkan seruan tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*