SVB Bangkrut, Elon Musk Bilang Awal Great Depression

Kepala Eksekutif Tesla Elon Musk berbicara selama siaran langsung pembukaan truk listrik Tesla Semi, di Nevada, AS, (1/12/2022) waktu setempat. (via REUTERS/TESLA)

Miliarder Elon Musk ikut mengomentari kebangkrutan Silicon Valley Bank (SVB) belum lama ini. Pengusaha 51 tahun itu menyamakan kondisi saat ini dengan krisis Wall Street tahun 1929.

“Banyak kesamaan tahun ini dengan 1929,” ujar Musk dalam akun Twitternya menanggapi thread dari Ark Invest CIO Cathie Wood, dikutip dariĀ Business Insider, Kamis (16/3/2023).

CEO Tesla memang tak merinci pernyataannya. Termasuk di mana dia melihat adanya kesamaan antara krisis Wall Street dengan SVB.

Namun Business Insider menyebut bisa saja Musk merujuk pernyataan Wood dalam tweetnya yakni terkait popularitas kripto seperti Bitcoin dan etherium menyebabkan tingkat deposito bank turun pertama kalinya sejak 1920.

Sementara pada akhir Oktober 1929, Dow Jones Industrial Average anjlok 23% dalam dua hari. Ini menandakan sebagai dimulainya Depresi Hebat atau The Great Depression.

Namun pernyataannya ini berbeda dengan sejumlah orang dari Wall Street. Menurut mereka, masalah SVB tak akan membuat masalah serupa seperti krisis keuangan 2008, apalagi kehancuran besar 1929.

Dalam sebuah surat kepada klien perusahaan, Rich Handler selaku CEO Jefferies mengatakan, “masalah apapun punya keterbatasan dan keistimewaan”.

“Artinya mereka tidak mengancam seluruh sistem dan tak boleh mengarah pada penularan tanpa akhir, selama kita tetap tenang, mengakui masalahnya serius dan mampu untuk melepas kendali dan menangani secara proaktif dan agresif dengan cara yang cerdas, segera dan tepat sasaran,” jelasnya.

Karena masalah yang menimpa SVB, Signature Bank dan Silvergate Capital minggu lalu berdampak pada sejumlah sektor. Termasuk saham-saham bank besar seperti JP Morgan dan Bank of America yang kehilangan miliaran dolar dalam nilai pasar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*